• slide-4
wowslider by WOWSlider.com v8.7


Home / Berita / Pentingnya Desain Arsitektural

Pentingnya Desain Arsitektural

Ilmu arsitektur membutuhkan banyak pertimbangan dan pemikiran dari berbagai segi. Terutama pada kenyamanan pengguna atau antropometri[1], estetika, kekuatan struktur, fungsi utilitas, mekanik dan listrik, dan lain-lain.  Pemikiran tersebut sering diintegrasikan dalam karya seorang arsitek dengan cara menerapkan seluruh ide desain dalam karyanya hingga bagian terkecil, mulai dari bentuk bangunan hingga pegangan pintu. Hal tersebut tentu cukup menyita waktu dan tenaga yang banyak bagi seorang arsitek dalam proses mendesain. Dengan demikian, seberapa pentingkah pemikiran dan penerapan detail desain dalam arsitektur?

Pemikiran detail arsitektur tersebut tentu memiliki tujuan tertentu. “God is in the details” merupakan kutipan terkenal dari arsitek Mies van der Rohe[2] yang menyatakan bahwa konsistensi detail desain juga dapat meningkatkan nilai dari sebuah karya arsitektur. Bahkan pada buku pedoman IAI pada BAB 4 yang berisikan tentang layanan utama jasa arsitek, tercantum pada pasal 46 poin ke 2 bahwa gambar detail pelaksanaan dan pemasangan serta penyelesaian bahan/material dan elemen/unsur bangunan merupakan kewajiban arsitek[3]. Memikirkan hal secara detail berarti memberikan pertimbangan lebih dari berbagai aspek. Maka permasalahan dalam membangun, merawat dan menggunakan bangunan tersebut akan menurun, serta kenyamanan bagi pengguna akan meningkat. Dengan demikian, kesuksesan atau kegagalan dalam sebuah bangunan dapat ditentukan oleh detail desain bangunan tersebut.

Detail dalam arsitektur dapat meningkatkan nilai bangunan dengan memberikan kemudahan dalam membangun dan merawat bangunan. Hal tersebut dapat dicapai dengan pemikiran yang lebih mendalam tanpa mengorbankan nilai estetika dan fungsional dari objek yang akan didetailkan. Contohnya adalah desain sebuah railing pada interior bangunan; desain railing yang jika memungkinkan pertemuan besi railing dengan material lain berada pada dinding bukan pada lantai. Hal ini menjadi pertimbangan karena pemasangan railing dalam sebuah proyek biasanya dilakukan belakangan, apabila pertemuan material berada di lantai maka akan terjadi pemotongan atau pembongkaran material lantai dan akan terjadi pertemuan dua material yang kurang rapi. Apabila pertemuan dilakukan di dinding, material interior bangunan pada dinding yang pada umumnya merupakan cat tembok, akan lebih memudahkan pengerjaan yang rapi. Selain itu dalam pertimbangan dari segi perawatan, pertemuan railing pada dinding akan memudahkan proses pembersihan lantai karena tidak adanya halangan. Dengan demikian, kenyamanan pengguna bangunan juga akan meningkat.

Peningkatan nilai estetis pada bangunan juga akan terjadi apabila detail dalam arsitektur dapat diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan konsistensi konsep desain pada seluruh elemen bangunan tanpa mengorbankan nilai fungsional. Contoh detail arsitektur yang konsisten ada pada bangunan arsitek Frank Lloyd Wright pada tahun 1939 yang bernama Falling Water. Bangunan ini memiliki konsep keharmonisan antara manusia dengan alam. Konsep tersebut diterapkan dengan beberapa pemikiran detail dari pemikiran makro hingga mikro seperti meletakkan bangunan di atas aliran sungai dan menjadikannya bagian dari ruang dalam bangunan. Ruang koridor yang gelap dan plafon yang rendah sehingga orientasi mengarah pada jendela panjang yang mengarah pada pemandangan hutan, desain jendela yang panjang hingga menyamping tanpa terhalang kolom sehingga memberikan kesan menyatu dengan ruang luar, serta pengulangan bentuk dan material yang berada pada eksterior dan interior bangunan[4]. Hasilnya merupakan mahakarya arsitektur yang bertahan hingga sekarang.

Dengan demikian, selain sudah merupakan kewajiban arsitek untuk menggambar detail berdasarkan pedoman IAI, detail arsitektur juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendesain. Detail dapat meningkatkan nilai fungsional, kemudahan membangun dan merawat bangunan, serta nilai estetika. Maka dari itu, kualitas seorang arsitek dapat dilihat dari detail yang diterapkan pada karyanya dan detail tersebut menunjukkan sebarapa jauh kita berpikir, memahami, dan mencintai karya kita sebagai seorang arsitek. Detail desain juga yang memberikan keunikan dan membedakan karya bangunan seorang arsitek atau bukan dan membedakan karya dari satu arsitek dengan arsitek lainnya.

https://www.iai-jakarta.org/berita/lihat/pentingnya-detail-desain-dalam-arsitektur

 

About admin

Check Also

Topografi Proyek -CV. Bangun- Jasa Arsitek dan Kontraktor-Balikpapan

Peta Topografi: Pengertian, Karakteristik, Isi dan Fungsinya (Paling Lengkap)

Jenis peta ada banyak sekali, seperti yang kita ketahui sebelumnya, Secara garis besar peta dibagi menjadi …